Dibalik Ujian
Hai.
Kurang lebih seminggu, aku nggak nulis unek-unek aku di sini. Rasanya kangen juga. Kemarin aku coba upload cerita series. Tinggal satu part lagi selesai. Semoga aku lekas merampungkannya.
Selama aku nggak nulis, ya, sebetulnya aku tuh bedrest karena maag kambuh. Jadi aku istirahat. Dan rasanya nggak enak banget berbaring di kasur nggak ngapa-ngapain. Tapi harus tetap disyukuri karena biasanya aku terlalu banyak gerak. Kalau aku diam pasti otak aku jalan. Pengennya mikir dan nulis terus. Haha. Jadi pas sakit aku benar-benar banyak makan. Lebih tepatnya ngemil kue gabin, sih. Hehe.
Baru-baru ini, aku nemu channel yang isinya tentang ceramah. Pembicaranya adalah Bapak Fahrudin Faiz. Cara dia menyampaikan tuh enak banget, sama sekali tidak menggurui. Plus ada humor-humornya gitu. Jadi rileks banget pas dengerin wejangannya. Ternyata dia adalah dosen di UIN Sunan Kalijaga. Pantes aja setiap dengerin beliau ceramah berasa kuliah. Sangat cocok buatku yang kalo dengerin ceramah gak bisa pake 'gertakan'. Beliau menyampaikan ilmu dengan sangat apik. Kadang aku nganggep ini bukan ceramah tapi belajar online. Abis berasa kuliah bedanya nggak ada beban tugas, adanya refleksi diri gitu.
Aku rada nggak inget sih judul ceramahnya apa karena tiap ceramah, ya, bahasannya beda-beda. Tapi kebanyakan yang kudengar tentang self-development dan self-acceptance gitu.
(Ini recommended banget!)
Ada ceramah beliau ngasih tau supaya kita harus fokus sama diri sendiri dan menerima diri kita terlebih dahulu. Katanya itu salah satu ciri orang yang batinnya sudah matang. Dan beliau juga bilang kalau selalu ada karunia di balik setiap musibah. Yah, kalo dipikir bener juga sih. Kadang kita anggep hal minus seperti musibah pasti yang jelek-jelek dan bikin nggak nyaman pula tapi ternyata lewat musibah kita jadi lebih dewasa lagi. Musibah juga bikin kita jadi sosok yang lebih kuat. Karena dalam hidup pasti ada namanya jatuh dan bangun.
Aku jadi inget lima tahun lalu dikasih keadaan yang nggak nyaman dimana aku harus mencari uang sendiri supaya tetap stay alive. Stay alive bukan cuma urusan perut tapi kuliah juga dan rentetan urusan lain. Aku juga gatau kenapa ini semua terjadi di aku. Rasanya kayak mimpi aja. Tiap buka mata selalu dihadapkan sama kenyataan. Jarang pula ada waktu buat main. Sering tiap malam aku nangis, "kapan ya, ini semua bakalan berakhir?"
Dan sekarang aku berdiri di tahun ini. Di tahun yang aku harap banyak kebahagiaan yang aku dapatkan. Nggak mengurangi rezeki, memang banyak kejutan di tahun ini. Walau nggak jarang aku nemuin hal yang bikin aku nggak nyangka sama perilaku manusia di sekitarku. Ini nggak nyaman banget. Aku merasakan cemas, takut, dan perasaan gak nyaman. Ya, itu yang aku rasain tapi hal ini sejalan dengan keberkahan yang aku dapet. Emang, ya, kadang hal yang plus dan minus tuh berjalan beriringan. Serupa kayak hujan meskipun kadang dianggap minus sebagai penyebab banjir, tapi berkat hujan tanaman bisa tumbuh dan sumur-sumur nan kering bisa terisi lagi. Gitu sih, aku nangkepnya.
Aku percaya banget Tuhan sayang aku dan manusia lain. Bagiku selama aku hidup pasti kita dikasih ujian yang fungsinya agar kita dekat sama Sang Pencipta. Supaya kita banyak berdoa. Tentunya doa pun harus dibarengi dengan usaha. Kalo dipikir, ya, hidup di dunia buat apa, ya, kalo kita nggak bisa dekat sama Tuhan? Kita aja hidup karena-Nya. Rasanya sombong banget gitu kalau kita yang kecil tapi lupa sama Tuhan, Yang Memberi Kehidupan.
Mungkin ujian atau musibah yang dialami itu bagai rintangan yang harus dilalui manusia supaya manusia itu jadi pribadi yang lebih baik. Wajar aja, karena hidup ini dinamis. Selalu ada perubahan. Ambil contoh, waktu aku kuliah ujianku paling seputar urusan kuliah, pertemanan, dan keluarga. Dan setelah aku lulus, aku dihadapkan masalah mencari kerja, cara mengatur finansial, cara menahan diri supaya nggak impulsif, dan masalah lain yang lebih kompleks.
Aku yakin seratus persen bahwa setiap ujian atau musibah yang dialami itu pasti bisa kita lalui karena Tuhan udah selektif banget ngasih ujian. Dan nggak mungkin Dia ngasih ujian tapi kita gak mampu melaluinya. Dia ngasih ujian tandanya kita mampu menghadapinya. Untuk melalui ujian itu kita pun harus minta pertolongan-Nya supaya diberikan kemudahan atas ujian hidup tersebut.
Percaya deh, kalau hidup kita dikasih ujian tandanya Tuhan itu memperhatikan kita. Bukankah itu hal yang harus disyukuri karena manusia yang kecil dan gak ada apa-apanya kayak kita ini masih diperhatikan sama Tuhan Yang Maha Besar? Simpelnya, Tuhan kasih ujian tandanya Dia peduli. Dia pengen lihat kita semua jadi manusia yang lebih baik. Makanya harus diuji dulu. Jadi lebih baik diuji, ya, daripada kita dibiarin aja :').
Semangat semuanya. Semoga kita semua selalu dilapangkan segala urusannya dan diberi kemudahan dalam menjalani setiap ujian atau musibah yang ada.
Aamiin.

Komentar
Posting Komentar