Sendiri

Aku meluangkan waktu untuk menulis tulisan ini. Aku berharap tulisan ini bisa kubaca dan bisa membuatku lebih tenang. Aku juga berharap tulisan ini memberikan kekuatan untukku. Aku ingin lebih mengenal diriku sendiri. 

Aku bisa dibilang seorang introvert. Aku mengatakan ini bukan karena aku mau dibilang sok-sokan tapi memang beginilah aku. Aku mengisi energi dengan menulis di kamar kecilku. Aku juga lebih suka menikmati waktu sendiri. Aku suka jalan-jalan sendiri walau hanya mampir ke toko buku atau makan es krim sendirian. Hal yang belum pernah kucoba adalah nonton bioskop sendirian, aku juga belum pernah pergi ke Kebun Raya sendirian. Semoga aku bisa melakukannya suatu hari nanti. 

Bicara soal sendirian. Kenapa aku suka sendirian? Sendiri membuatku lebih tenang, sendiri membuatku lebih mengenal diriku. Meskipun pada akhirnya aku tetap butuh orang lain dalam berbagai urusan. Ya, aku hanya perlu sendiri ketika aku mulai penat, cemas, dan merasa tak stabil. 

Meskipun aku suka sendirian tapi aku juga butuh orang lain. Aku juga bisa merasakan apa itu menyayangi. Aku juga merasakan bagaimana berjuang untuk seseorang. Sungguh, saat ini pun aku merasa begitu. 

Sendiri ini tidaklah identik dengan anti sosial. Aku bisa berkomunikasi walau sampai saat ini masih belajar untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Sampai detik ini pun berusaha untuk percaya diri. Bahkan saat selfie di sosial media pun aku mengumpulkan keberanian untuk melakukannya. 

Aku memilih untuk tidak terlalu oversharing tentang apa saja yang kulakukan, apalagi kaitannya dengan dunia nyata. Aku tidak nyaman jika kehidupan nyata ini banyak diketahui banyak orang. Aku takut dunia luar terlalu mengetahui tentang duniaku yang tidak ada apa-apanya ini. Dibandingkan posting selfie, aku lebih suka posting foto alam raya, tanaman, dan pemandangan. 

Apakah sendiri ini menyiksaku? Tidak, aku tidak merasa tersiksa. Dalam hidup ini yang aku butuhkan ketenangan dan ketenangan kudapati saat sendiri. Bahkan inspirasi pun banyak kutemukan kala sendirian. Termasuk ceritaku di blog ini mengalir begitu saja di saat sendiri. Beberapa karya tercipta saat sendirian. 

Jangan khawatir, aku punya teman bahkan sahabat. Hanya saja aku agak selektif terhadap mereka. Sendiri tidak membuatku menjadi pribadi yang bodo amat terhadap orang lain. Sendiri hanya perihal butuh ruang untuk merenung, tenang, dan berbicara pada diri sendiri. Walaupun pada akhirnya aku akan kembali berkomunikasi seperti sedia kala. 

Dan yang terpenting sendiri merupakan berusaha sembuh. 

Komentar

Postingan Populer