Kunci Bahagia

Halo.

Aku kebangun lagi dini hari dan lagi aku nggak tahu mau ngapain selain menulis. Sebenarnya aku bisa aja setoran tulisan besok. Tapi aku lagi mood nulis di saat semua orang tertidur. Yah, memang aku tidur di bawah jam 12 dan selalu bangun dini hari.

Ngomong-ngomong, kalian pernah nggak sih merasa kurang bahagia lantaran kalian selalu memandang kehidupan orang lain yang menurut kalian sempurna? Baik dalam segi pekerjaan, harta, teman, dan lain sebagainya? Hayo, ngaku, pernah atau nggak, nih?

Jujur, waktu aku belum dewasa seperti sekarang, aku tuh beberapa kali merasa iri dengan orang-orang yang menurutku sih, ya, kehidupannya lebih baik daripada aku. Tapi belum tentu, sih, ya, menurut Tuhan.

Iya, jadi waktu dulu aku tuh gampang banget merasa iri dengan mereka yang menurutku hidupnya lebih beruntung daripada aku. Itu menurutku. Lalu setelah aku sadar dan melewati banyak kejadian di hidupku, aku jadi merasa, "lho kenapa banget aku harus merasa iri dengan kehidupan orang lain? Bukankah Tuhan telah mengizinkan apapun yang terjadi di hidupku sesuai dengan porsi-Nya dan atas izin-Nya?".

Aku sadar betul hal yang membuatku merasa iri pada orang lain itu cuma perkara dunia aja. Dan ternyata hal yang kayak gitu cuma bikin aku merasa nggak bahagia karena seolah aku 'mengejar' sesuatu yang semu. Seolah aku 'mengejar' sesuatu yang tolak ukurnya tuh gak ada habisnya. Itu bikin aku merasa nggak nyaman banget!

Dulu, aku iri sama mereka yang bisa berlibur kemanapun. Aku juga iri sama mereka yang punya banyak teman. Dan aku juga iri sama mereka yang pekerjaannya jauh lebih baik dari pekerjaanku. Itu dulu lho, ya, sebelum aku tahu ternyata hidup penuh rasa iri itu nggak enak karena itu adalah penyakit hati.

Setelah aku banyak refleksi diri, untuk apa aku iri terhadap keberuntungan orang lain? Toh, hidupku ini merupakan berkah dari Tuhan. Aku masih bisa bernafas dan melakukan aktivitas yang kusukai itu merupakan nikmat dari Tuhan. Bisa ibadah dengan baik juga merupakan nikmat dari Tuhan.

Ternyata hidup itu jadi semakin indah ketika kita banyak mensyukuri. Mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup. Kayak aku lagi lapar dan ibuku masak, berarti aku tidak harus mengeluarkan uang untuk makan siang. Bukankah itu berkah juga? Kayak aku lagi ingin makan seporsi siomay dan penjualnya lewat depan rumahku. Itu pun juga berkah kan? Karena aku tidak perlu keluar rumah mencari siomay itu, plus aku nggak harus mengeluarkan kendaraan tandanya nggak perlu buang-buang bensin. See, betapa baiknya Tuhan sama aku dan aku yakin Dia juga sangat baik sama kalian.

Aku percaya kok kenapa Tuhan menciptakan si A, B, dan C dengan porsi hidup yang dikehendaki-Nya. Pasti di dalamnya Tuhan ngasih pelajaran berharga asal kita mau memahami dan peka sama apa yang Tuhan kasih. Nggak harus melulu tentang sesuatu yang besar tapi mulai aja memahami makna hidup dari hal yang kecil. Dari hal kecil kita mensyukuri apa yang Tuhan kasih supaya hidup kita nggak melulu tentang protes apalagi sampai bilang Tuhan nggak adil. Tuhan udah adil banget kok. 

Dulu, aku pernah ngerasa ingin menjadi orang lain. Pernah ingin punya kehidupan kayak si X yang bekerja di perusahaan yang bagus dengan gaji di atas UMK. Dan setelah aku tahu ternyata si X adalah tulang punggung keluarga, dia harus membiayai orang tuanya yang sakit. Ada pula si Y, si Y yang jabatannya bagus tapi beban kerjanya amatlah banyak sehingga dia banyak 'spend money' mungkin untuk healing-nya dia dari pekerjaan yang membuatnya stres. Melihat itu semua aku jadi mengerti bahwa aku belum tentu mampu hidup seperti mereka. Aku jadi belajar bahwa kita harus menerima apa yang Tuhan berikan di hidup kita karena itu yang terbaik. Aku rasa nggak perlu ingin menjadi orang lain dan merasa iri dengan apa dimiliki orang lain. Cukup menjadi diri sendiri dan bahagia. Iya, temukan kebahagiaan milik kita.

Aku pernah denger ungkapan, "bahagia kita yang buat". Aku setuju sama ungkapan itu. Selain bahagia kita yang buat, ternyata kunci bahagia itu ketika kita banyak mensyukuri apa yang terjadi dalam hidup kita. Mensyukuri apa yang Tuhan kasih. Sekecil apapun itu. Kita pun harus belajar menerima keadaan. Pokoknya terima diri sendiri dulu, deh.

Aku harap kalian yang lagi merasa nggak nyaman banget sama hidup kalian, semoga diberi kenyamanan oleh Tuhan. Semoga kalian selalu bahagia. Jangan banyak overthinking. Lakukan apapun yang buat kalian senang selagi itu nggak merugikan siapapun, ok? Kurangi memandang kehidupan orang lain. Fokus sama hidup kita aja dulu.

Buat yang belum mendapatkan pekerjaan, semoga bisa diterima kerja. Buat yang ingin liburan, semoga aja suatu hari bisa liburan ke tempat favoritnya. Buat yang ingin mendapatkan teman, semoga bisa mendapatkan teman baik. Buat yang lagi sakit, semoga lekas disembuhkan penyakitnya. Aamiin.


See ya! 


Komentar

Postingan Populer