Sembuh dari Instagram
Hai, semua.
Gimana kabarnya hari ini? Apa kalian sehat? Aku harap begitu, ya. Pagi ini aku mencoba untuk menuliskan apa yang ada di dalam pikiranku, betul-betul harus aku keluarkan dari isi kepala. Iya, jujur kepalaku rasanya penuh sekali. Aku ingin benang kusut yang ada di kepala terurai satu persatu.
Sebelumnya aku minta maaf karena postingan kali ini bukan tentang story baik cerpen atau fanfiction. Ini pure kalau aku cuma ingin menuliskan isi kepalaku. Yah, agak random karena semua aku biarkan mengalir. Tentunya sedikit pertimbangan apakah ini layak posting atau nggak? Ya, aku rasa ini layak. Semoga ada manfaatnya.
Jadi, barusan aku deactivate akun Instagram-ku dan uninstall aplikasi tersebut. Kenapa? Alasannya aku merasa waktuku banyak terbuang di Instagram. Ini bukan salah Instagram lho, tapi salahku yang sudah agak addict dengan sosial media tersebut dan imbasnya setiap punya waktu luang yang harus kupergunakan untuk istirahat atau melakukan hobi jadi beralih pada scrolling dan nonton instastory milik orang lain.
Jujur, bukan cuma scrolling dan nonton story. Di Instagram juga kadang aku jadi super ingin tahu tentang apapun. Dan aku jadi berpikir, "haruskah aku tau semua?". Hmm, kurasa nggak perlu! Aku setuju lebih baik baik kita nggak tau apa-apa daripada kita berusaha tau sesuatu yang nggak perlu kita tahu. Ditambah keingintahuan itu bikin overthinking, parahnya bikin mood jadi nggak menentu.
Terus, apakah orang harus deactive Instagram atau uninstall aplikasi tersebut jika ingin rehat? Aku rasa nggak, ya. Semua punya caranya masing-masing untuk istirahat. Dan ini cara yang aku ambil. Mungkin sebagian orang pernah melakukan ini juga.
Sebenarnya aku pakai Instagram untuk follow teman-teman lama. Yah, ingin tahu aja kabar mereka gimana dan aku pakai aplikasi itu juga untuk editing karena tersedia filter di feeds. Tapi kenyataannya, aku malah jadi addict sama aplikasi itu sampai sehari nggak buka Instagram rasanya ada yang beda. Aku tau ini sudah bentuk kecanduan. Jadi aku coba untuk deactive supaya bisa istirahat, merenung, melakukan hobi, dan yang pasti mengurangi keingintahuan dari hal yang nggak perlu banyak dipikirin.
Yang aku lihat di Instagram juga isinya tentang kehidupan yang sangat terbuka. Sampai orang-orang bisa tau orang lain sedang apa, lagi di mana, bekerja di mana, dan everything. Aku nggak tau isi Instagram orang lain gimana tapi punyaku isinya gitu. Lalu apa mereka salah? Oh, tentu saja tidak! Mereka sama sekali nggak salah karena itu akun sosial media mereka. Yang salah ketika diri kita terlalu melihat kehidupan orang lain yang terlalu bersinar dan kita merasa rendah diri. Jadi kita kayak membandingkan hidup orang lain dengan diri sendiri hanya karena postingan Instagram. Itu nggak sehat banget lho!
Terus, apakah Instagram selalu identik dengan keburukan? Bagi aku nggak sih, ya. Semua tergantung kita menyikapi. Kalian bisa gunakan Instagram dengan hal positif semisal untuk cari kerja, belajar, follow akun-akun yang bikin kalian bersemangat kok atau bahkan bisnis online. Itu semua pilihan masing-masing.
Teman-teman, saran aku kalian harus bijak dalam bermain sosial media apapun platform-nya. Kalau kamu butuh istirahat, ya, istirahat saja sejenak. Kamu nggak harus on Instagram setiap hari kok. Kamu punya kehidupan. Dan kamu tidak perlu merasa minder melihat postingan orang lain, ok? Fokus sama diri kamu sendiri dulu. Buatlah diri kamu menjadi tenang. Jangan sampai niatnya buka Instagram ingin tenang tapi malah kamu merasa gak nyaman karena melihat postingan orang lain. Jangan sampai juga kamu merasa rendah diri hanya karena instastory milik orang lain yang cuma bisa dikonsumsi publik selama 24 jam.
Sorry, kalau tulisan ini banyak kurangnya. Aku cuma pengen menyampaikan apa yang aku rasain tanpa menyudutkan pihak manapun. Aku harap kalian semua selalu diberikan ketenangan hidup. Kalau kalian lelah istirahat ya, jangan terlalu memaksakan diri sendiri. Kurangi membandingkan hidup orang lain di sosial media atau di manapun. Fokuslah pada perjalanan milik sendiri.
Sampai jumpa di postingan berikutnya, ya.

Komentar
Posting Komentar