MERDEKA
Apa bisa kita menjadi penyelamat kala dunia kita hampir runtuh? Kadang kita meninggalkan dunia kita (apa yang kita sukai) hanya untuk menyenangkan orang lain padahal diri kitalah yang harus kita prioritaskan terlebih dahulu.
Ketika aku bersikap sedikit "keras kepala" bukan berarti aku tidak peduli. Aku hanya menyelamatkan diriku dari pertanyaan seperti "ada yang salah lagi?" dan "aku selalu kurang ya?". Karena jika mereka mau menerimaku dengan baik, pertanyaan itu tidak akan muncul. Pertanyaan itu muncul karena inkonsistensi yang kuterima dan sinyal campuran yang membuat aku mempertanyakan diriku sendiri.
Jadi, aku "keras kepala" untuk melindungi diriku. Tidak semua hal bisa aku terima. Aku cukup mengerti semua orang punya proses yang berbeda tentang bagaimana cara mereka menerima diri sendiri, namun proses itu merupakan hal yang panjang.
Sekali lagi, aku bukanlah "terapis". Ketika aku keluar dari zona itu harap mengertilah karena aku menyayangi diriku dan aku takkan pernah meninggalkan diriku (lagi). Bahkan aku rela meninggalkan banyak cinta hanya untuk menemukan aku. Sampai suatu hari aku menemukan seseorang dengan kematangan emosional yang bisa buat aku jatuh cinta lagi.
Janganlah berbagi gelas kosong pada orang lain karena orang lain takkan mampu mengisinya, berbagilah ketika kamu sudah merasa cukup.
Komentar
Posting Komentar