Not Chasing Anymore!
Cinta itu tidak rumit sebetulnya. Dia sederhana, kehadirannya tidak membuat kamu susah, melainkan membuat kamu nyaman dan mempermudah hidupmu. Hangat dan menyentuh hatimu, berdesir seperti angin yang meniup kulitmu. Namun ada yang harus kumengerti mengapa aku tidak mengizinkan diriku untuk menjadi petarung agar mendapatkan seorang lelaki? Aku bilang itu adalah hal yang paling sia-sia. Untuk apa melakukannya? Aku paham bahwa aku punya energi cinta yang ingin aku salurkan, rasanya meledak-ledak, memompa aliran darah, seolah harus dikeluarkan saat itu juga tetapi… bagaimana dengan resiko buruk yang didapat? Penolakan dan rasa malu. Apakah sudah siap dengan penolakan? Aku… tentu tidak! Karena aku menjaga harga diri dan tidak ingin menanggung rasa malu.
Harga diriku memang tidak dinilai dari sebuah pengakuan, namun aku wanita. Tidak semua cinta layak aku bagikan dan aku memilih menjadi orang yang memendam untuk menjaga harga diriku.
Sejak 2021, aku mulai belajar untuk mengerti diriku sendiri. Aku mulai mengerti bahwa semua yang aku inginkan bisa saja tak tercapai termasuk cinta yang ingin aku bagikan kepada seseorang. Bagiku, cinta yang aku punya tulus, ya saat itu kukira tulus. Ketidaktahuanku mengajak aku untuk terus mengejarnya layaknya hadiah yang harus aku dapat. Melelahkan. Kusadari, apakah aku benar-benar mencintai sampai sebegitunya?
Waktu terus berjalan sampai ke tahun 2024, aku tumbuh semakin dewasa. Aku banyak belajar tentang kekuatan yang ada di dalam diriku. Aku mulai merenungkan apa yang aku inginkan dalam hidupku. Cinta? Tentu saja, aku ingin cinta. Di tahun itu juga aku harus bertemu dengan beberapa lelaki yang aku rasa mereka tidak satu energi denganku. Aku tidak bisa mengikuti ritme mereka, mereka pun tidak bisa mengikuti ritme hidupku. Jadi harus berapa lelaki yang kutemui untuk mendapatkan cinta?
Sampai di titik tahun 2025, aku berkencan dengan seseorang. Obrolan kami nyambung, dia sangat mengerti aku, dan selalu perhatian padaku namun tetap saja cintanya tidak cukup buat aku. Rasanya tidak seimbang. Jujur, fase menangis kehilangan seseorang hanya berlangsung dua hari. Ya, aku menangis bukan karena kehilangan orang itu tetapi lebih berpikir karena waktuku terbuang begitu saja. Mungkin itu hal yang aku harus aku bayar. Setelahnya aku menjalani kehidupan yang normal lagi. Biasanya aku bisa galau seminggu atau berbulan-bulan. Itu hal yang aku lakukan selama aku menjadi remaja labil.
Sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak terlalu tertarik dengan lelaki, dalam arti aku belum bisa memberikan hatiku sepenuhnya karena aku menganggap diri aku adalah prize yang harus dimenangkan oleh seseorang, bukan aku yang harus bersusah payah mengejar cinta. Bagiku benang merah di kelingkingku akan selalu terjalin pada pemiliknya. Jadi ya kupikir untuk apa melakukan berbagai cara untuk dicintai seorang lelaki? Yang bukan milikku akan selalu pergi, yang akan bersamaku akan datang di waktu yang Allah tetapkan.
Aku mulai melakukan aktivitas yang aku cintai seperti bekerja dan melanjutkan hobiku, mungkin menurut sebagian orang hobiku itu membosankan tetapi bagiku sendiri, hobiku adalah caraku menyalurkan energi dengan baik. Itu lebih baik daripada aku harus bergulat pada perasaan yang aneh. Mencintai memang menyenangkan, namun mengejar cinta adalah kegiatan yang melelahkan.
Ketahuilah, aku mulai membaca karakter laki-laki. Kamu harus tahu, ketika kamu terlalu cerewet, mereka tidak akan mendengarmu. Jangan pernah chat mereka terlalu panjang, karena mereka enggan membacanya. Cara kerja mereka adalah to the point. Jangan pula menasehati mereka layaknya seorang ibu (mothering) karena mereka tidak menyukainya, mereka adalah manusia dewasa yang punya akal pikiran. Tidak perlu kamu beri tahu dia untuk ibadah, makan, mandi atau hal lain. Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan karena itu adalah ciri-ciri pria dewasa. Mereka tak perlu didikte. Biarkan mereka menjadi leader dalam hubungan karena memang itu tugasnya. Jika kamu yang merasa dominan, tandanya kamu harus bersama dengan lelaki yang lebih dominan. Jujur, aku suka diatur. Bagiku itu menyenangkan. Pasangan yang sempurna memang tak ada tapi setidaknya aku tahu pasangan yang aku butuhkan. Pasangan yang selalu memimpin aku.
Jika ia minta pendapatmu, tugasmu adalah memberikan jawaban yang semestinya, terlepas dia melakukan atau tidak itu semua ada di tangannya. Kamu adalah partner, bukan seorang ibu baginya. Kamu adalah rumah yang membuatnya aman karena dunia luar terlalu bising buatnya. Kamu juga harus mengerti, ketika dia datang dan pergi tandanya dia tidak menginginkanmu. Menyakitkan tapi memang itu kenyataannya. Ketika dia mencintaimu, sesusah apapun akan ia lalui demi kamu. Jadi kamu tidak perlu terlalu kecintaan pada lelaki yang membuatmu bingung. Karena kalau dia mencintai, dia tidak akan membuatmu bingung kan?
Setelah membaca ini, jangan pernah berpikir kalau kamu adalah seorang yang narsisitik karena siapa yang bisa menghargaimu? Jika bukan kamu. Begitupun aku, siapa yang bisa menghargai diriku selain diriku sendiri? Jadi pilihannya ada di tanganmu, ingin diperlakukan layaknya keset atau menjadi Perempuan Impian? Sibuklah dengan kegiatanmu agar kamu tidak memikirkan perasaan terus-menerus. Aku percaya ada sesuatu yang istimewa, tepatnya di dalam dirimu yang disukai oleh lelaki, mungkin saat ini dia belum melihatnya. Cukuplah menjadi perempuan tenang, bukan perempuan yang takut kehabisan stok lelaki di dunia ini. Jagalah kebunmu dan rawatlah bunganya. Suatu hari nanti kupu-kupu akan datang melihat betapa indahnya kebunmu, bukan kamu yang mengejar kupu-kupu.
Kamu harus merasa baik saat sendiri agar saat bersama kamu pun terasa lebih baik. Kamu harus memahami bahwa kehidupanmu menyenangkan bahkan sebelum dia datang. Jadi saat dia datang, kehidupanmu harus lebih menyenangkan lagi bukan malah menyusahkanmu atau membuatmu sedih.
Komentar
Posting Komentar