[1/3: FANFICTION] This Feeling

"Kak, tungguin gua kenapa sih?! Heran jalan cepat banget." Kata Mark yang menyusulku dari belakang. Sumpah, ya, anak itu jalannya lelet kayak siput.

Jadi pagi ini aku mengantar Mark ke kampus untuk daftar ulang. Aku sudah bilang tak mau menemaninya, tapi dia memaksa. Baiklah demi adikku yang satu ini, aku rela membantalkan janji dengan teman-temanku. Ditambah Ibu yang memintaku untuk menemaninya. Tidak punya alasan lain untuk menolaknya.

"Lo tuh tinggal daftar ulang aja minta ditemenin, manja banget!" Cerocosku dan Mark membalas omonganku dengan ekspresi mencebiknya yang menyebalkan. Harus sabar punya adik seperti dia. 

"Lo tuh udah mahasiswa, Mark. Mandiri sedikit dong!"

"Ya Allah, udah napa kak jangan marah-marah mulu. Gua temenin dah berburu cogan. Di sini kayaknya banyak cogannya."

Aku menjambak rambut anak itu. "Anjir apa-apaan nyari cogan di kampus orang?! Tawaran lo nggak bermutu banget."

Saat sedang ribut dengan Mark datanglah cowok berbadan tinggi yang menghampiri kami. Dia menepuk bahu Mark akrab. Mungkin dia temannya Mark? 

"Hoy!" Sapa orang itu pada Mark.

"Lah, kok lu ada di sini sih, Bang?"

"Gue ngampus di sini, lo mau daftar ulang?"

"Iya, Bang. Ini mau daftar ulang ditemenin sama kakak gue yang super cerewet." Jawab Mark sambil melirikku. Sial, bocah itu bilang aku cerewet? Wah, mulutnya minta disumpal pakai bungkusan nasi uduk.

Cowok berbadan tinggi itu tertawa. "Oh, ini kakaknya Mark. Kenalin gue, Johnny. Pelatih volly di sekolahnya Mark."

Oh, dia pelatih volly di sekolah Mark. Ya, percaya, sih. Bentuk badannya proposional. Cocok jadi pelatih volly.

"Oh, gue Kayla." Jawabku membalas uluran tangannya. 

-

Tak terasa sudah tiga bulan Mark menjadi mahasiswa di kampus itu. Dan saat ini dia sedang sibuk untuk acara Malam Akrab (Makrab) yang diadakan jurusannya. Katanya acara itu diadakan di daerah Cisarua.

"Lo mau Makrab atau mau mudik sih? Banyak banget yang dibawa? Perasaan dulu gue gak gitu-gitu amat." Kataku yang sibuk melihat Mark. Mataku melirik tasnya. Penuh serasa orang mau mudik lebaran.

Mark berkacak pinggang, "namanya juga mau nginep gimana sih lu?"

"Lo nginep cuma tiga malam Mark, ngapain banget bawa tas segede itu? Bikin sempit tronton aja!" Cibirku. 

"Gue kan harus bawa selimut kak, udara di sana pasti dingin nggak kayak di sini." Katanya.

Aku menggelengkan kepala. "Yang ada lo diketawain sama temen lo Mark sampe bawa selimut segala. Sini gue bongkar. Yang gak penting gak usah di bawa!" Kataku meraih tas Mark yang bertengger di kasur.

Saat sedang membongkar tas Mark, ponsel anak itu berbunyi. Ada panggilan masuk.

"Halo, bang. Gue lagi di rumah nih."

"Kakak gue? Duh, gatau dia mau diajak keluar apa nggak. Nanti gue tanyain deh."

"Oke deh, Bang."

Mark duduk di sampingku, dia ingin berucap sesuatu. Aku paham maksudnya. Cuma pura-pura tidak tahu saja. Pasti salah satu temannya mengajak aku pergi bersamanya? Ah, lagu lama.

Diajak ngopi di kedai kopi, kan? Duh, aku lebih suka di rumah bermain dengan kucingku atau membaca novel teenlit.

"Kak, lo diajak pergi tuh." Kata Mark.

"Siapa lagi temen lo yang ngajak gue pergi? Kan udah gue bilang kalo gue gak suka brondong." Balasku.

Mark menggaruk kepalanya. "Aduh, kali ini sih bukan temen kampus atau temen sekolah gua."

"Lah terus?"

"Bang Johnny ngajak ketemuan."

Hah? Johnny? Johnny si senior Mark itu?

-

Oke, aku nyoba buat nulis FF lagi. Tulisan ini cuma sebagai media untuk meluangkan pikiranku. Anyway, thank you yang udah mampir. Semoga sehat selalu😊

Komentar

Postingan Populer