Kebutuhan Hati
Salah satu bentuk kedewasaan
adalah menyadari kebutuhan milik sendiri, salah satunya adalah menerima
pasangan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Setelah mengenal berbagai jenis
lelaki, ternyata kebutuhan saya adalah sosok lelaki dewasa yang soleh (mengerti
agama), baik, hidup sehat (bukan perokok), mapan finansial, bisa mengelola
emosi dengan baik, pekerja keras, tanggung jawab, tinggi badannya melebihi
saya, badannya proporsioal, wajahnya manis (tidak bosan dilihat), pintar,
setia, menyayangi (saya, anak-anak, dan keluarga saya), punya hobi positif,
ramah, sopan, dan bisa memperlakukan saya seperti seorang tuan putri. Saya
tidak peduli orang bilang apa tentang kriteria yang saya tetapkan karena ketika
saya menentukan kriteria tersebut, saya percaya itulah kebutuhan saya. Saya
juga percaya segala pikiran baik saya tentang pasangan saya itu merupakan
campur tangan Allah. Jadi tidak mungkin saya punya pikiran baik tentang jodoh
saya kalau bukan Allah yang menggerakkan pikiran dan hati saya.
Mungkin beberapa orang menilai
bahwa standar yang saya tetapkan terlalu tinggi padahal standar itu merupakan
hal yang dasar. Apakah memiliki pasangan yang royal kepada saya merupakan hal
yang terlalu tinggi? Menurut saya tidak, karena ketika seorang pria jatuh cinta
pada pasagannya, pria itu akan menjadi sosok yang royal dan siap membahagiakan
pasangannya. Atas dasar itu saya lebih selektif dalam memilih pasangan. Apalagi
tentang pasangan yang split bills saat kencan. Saya memang tak pernah
setuju dengan konsep split bills, meskipun konsep split bills ini
masih diterapkan di beberapa negara. Bahkan di Indonesia beberapa pasangan
melakukan split bills.
Bagaimana saya menilai bahwa
lelaki itu seorang gentleman? Kalau urusan perut saya masih
hitung-hitungan? Bukankah harga diri lelaki salah satunya di materi? Namun,
semua orang punya pandangan masing-masing soal split bills dan pasangan
yang dibutukan bukan? Jadi, tak ada yang perlu diributkan. Ini semua soal sudut
pandang masing-masing. Karena saya membutuhkan alpha man, split bills
tak pernah berlaku bagi seorang alpha man yang pride-nya tinggi
dan memiliki jiwa provider yang tinggi.
Lagipula kriteria yang saya
tetapkan sebanding dengan kehidupan yang saya miliki. Saya wanita pekerja
keras, maka itu saya juga harus bersama dengan pria yang kerja kerasnya
melebihi saya. Itulah pasangan yang saya butuhkan. Saya juga royal kepada orang
terdekat, jadi wajar ketika saya ingin punya pasangan yang lebih royal daripada
saya. Saya sangat mencintai diri saya dan menghargai saya jadi saya butuh
pasangan yang bisa mencintai saya dan juga menghargai saya, saya pun akan
mencintai dan menghargai pasangan saya.
Menurut saya, saya sudah berada di jalur yang benar. Saya yakin akan hal itu. Tidak ingin menurunkan standar saya hanya karena disukai oleh orang yang tak sesuai dengan kebutuhan saya. Saya tidak akan pernah merasa bersalah menolak cinta dari orang yang bukan kebutuhan saya. Alarm di diri saya selalu “berbunyi” ketika saya memaksakan diri saya untuk menjalani relationship dengan orang yang bukan kebutuhan saya. Saya tak pernah mengabaikan alarm itu karena intuisi saya biasanya benar. Saya katakan itu sebagai bentuk dari self-respect karena saya sadar pasangan yang saya butuhkan.
Komentar
Posting Komentar