Surat Kecil Untuk Yang Terkasih

Dear, you...


Hai, hari ini di kotaku hujan. Bagaimana di sana? Apa kau dalam keadaan baik? Pakai jaket yang tebal jika berpergian. Aku tidak ingin kau sakit. Apalagi hanya gara-gara flu.

Aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini seringkali berpikir tentangmu. Mungkin hal itu yang kusebut dengan peduli. Yah, sebetulnya aku ingin mengakui kalau aku punya perasaan lebih dari sekadar peduli. Yaitu sayang. Aku betul-betul menyayangi. Bahkan saat usiaku 17 tahun. Masih terlalu muda untuk memiliki rasa kasih tapi sekarang usiaku hampir seperempat abad. Tidak apa-apa kan jika aku ingin terus menyayangi?

Aku pikir perasaanku akan hilang seiring berjalannya waktu. Tapi kenyataanya, perasaanku malah semakin bertambah. Rasanya tak habis dimakan waktu. Kau sudah tahu kan soal itu kan? Aku bersyukur punya perasaan seperti ini. Perasaan yang membuatku merasa hidup. Hidup menjadi seorang manusia yang punya rasa kasih dan sayang. 

Kalau saja kau tahu, setiap kau membalas pesanku rasanya ada kebahagiaan yang menjalar. Walaupun dalam sehari mungkin kau hanya mengirim pesan beberapa kali. Bisa dihitung jari. Tapi, aku tidak memikirkan soal seberapa sering kau berkirim pesan karena yang paling penting dari itu adalah mengetahui bahwa kau dalam keadaan sehat. Karena kalau kau ditimpa rasa sakit. Sudah pasti aku akan bersedih. 

Jujur, untuk seorang yang kaku seperti aku rasanya sulit menggambarkan perasan secara langsung. Jadi kalau kau baca tulisan ini tolong maafkan aku karena sudah lancang menulismu. Aku tidak bisa menahannya lagi karena aku ingin mengobrol denganmu, mungkin seru mengobrol lewat sambungan telefon. Aku ingin mendengar suaramu karena dengan begitu aku merasa lebih baik. Tapi, mungkin tidak, ya?

Kasih, kau itu sosok yang selalu buatku jadi lebih hidup. Bahkan setiap hembusan nafasku bersamaan dengan rindu. Begitu ajaib. Aku sendiri tidak tahu kenapa bisa aku punya perasaan kuat dan hebat semacam ini? 

Dengar ya, tak peduli orang lain bicara tentangmu tapi aku tetap pada pendirianku yaitu menyayangimu. Selalu jadi orang pendukungmu. Suporter nomor satu!

Kau tahu tidak? Salah satu kebahagiaan dalam hidupku adalah mengenalmu. Kuanggap itu sebagai salah satu hadiah terbaik dari Tuhan. Yah, kujadikan sebagai suatu hal yang patut disyukuri.

Kasih, hidupku ini sudah pelik. Masalah hidup tak kunjung usai. Kadang aku ingin menyerah, bukan menyerah untuk berhenti menyayangmu tapi menyerah pada hidupku sendiri. Kemudian aku tersadar bahwa aku punya kau sebagai seseorang yang kusayangi sejak lama. Maka itu aku harus tetap hidup untuk kebahagiaank. Aku harus tetap hidup agar aku bisa selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Karena bahagiamu itu bahagiaku juga.

Jika boleh aku meminta, tolong tetaplah jadi dirimu sendiri. Hindari kepura-puraan. Hiduplah dalam kesederhanaan. 

Pintaku, semoga hal baik selalu terjadi di dalam hidupmu. Semoga apa yang kau inginkan selalu dikabulkan Tuhan. Kau layak bahagia dan dicintai. Semoga Tuhan memberkahi hidupmu. Semoga kelak kau menemukan orang yang betul-betul menyayangimu. Itu pasti.

Terimakasih sudah menjadi teman ceritaku. Bahagia menyertaimu!



Yang menyayangimu,

Gadis yang lahir di bulan Oktober.

Komentar

Postingan Populer