Unspoken Words
Hai. Apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia.
Aku mau nulis sesuatu di blog setelah sekian lama gak posting. Barusan aku deactive Instagram lagi. Alasannya karena aku nggak bisa on Instagram dalam kondisi yang cukup kacau. Dan, aku gak nyaman cerita sama siapapun karena nggak ada yang ngerti juga ditambah kapok karena kalau cerita sama orang lain. Pasti aku dibilang bodoh. Jadi aku rasa dengan menulis bisa melegakan pikiranku.
Aku gatau apa yang aku rasain sekarang. Apa iya aku sedang mengalami "ghosting"? Entah. Sampai rasanya nggak sanggup buka Instagram. Aku takut kepikiran. Aku pikir "ghosting" hanya terjadi begitu saja dan nggak meninggalkan dampak di aku tapi ternyata ini ngaruh ke kondisi psikisku. Aku jadi kepikiran letak kesalahanku di mana. Apakah aku membuat kesalahan? Apakah aku seorang yang membosankan? Atau orang tersebut sedang sibuk, ya? Aku tidak tahu karena hilang begitu saja. Tanpa ucapan yang pasti. Jika aku diberi tahu kalau dirinya sibuk mungkin aku tidak akan terus-terusan berpikir kalau diriku melakukan kesalahan.
Jujur, aku menulis ini sedang tidak dalam kondisi emosi. Aku hanya ingin menulis saja.
Jadi aku rasa menghilang dari sosial media sejenak adalah hal yang tepat karena tak ada cara lain selain istirahat main sosial media dan terlebih aku berteman dengannya di Instagram. Dan beberapa kali dia membuat postingan di sana. Hal itu kadang membuatku ingin bertanya, "apa kabar?" . Tapi, kuurungkan niatku lagi. Aku tidak akan menghubunginya. Aku takut menganggu.
Apa yang salah denganku, ya? Aku jadi merasa insecure. Tapi yang bisa kulakukan hanya menerima keadaan dan memaafkan karena dengan begitu hatiku terasa damai. Mungkin aku harus belajar bahwa manusia tidak bisa dijadikan tempat berharap.
Atas kejadian yang kualami. Aku tidak akan menyalahkan orang lain. Aku berharap banyak pelajaran yang aku dapat dari kejadian ini. Tidak apa-apa jika "ghosting" ini menyisakan rasa sakit di hatiku karena aku tidak bisa mengendalikan sikap orang lain terhadapku.
Mendengar ceritaku, mungkin orang lain anggap ini sepele tapi bagiku kejadian ini cukup menyakitkan. Tak mengapa, semoga hatiku bisa sembuh.
Aku akan berusaha hidup dengan baik dan berusaha menjadi manusia yang layak dicintai oleh diriku sendiri.
Terima kasih atas semua kejadian yang menyakitkan. Semoga aku tumbuh jadi pribadi yang lebih kuat. Aku layak bahagia.
Terima kasih.
Terima kasih
Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar