Tak Terucap

 Aku tidak berharap pada apapun lagi. Kata-kata itu terus memenuhi benakku. Seolah memberiku petunjuk untuk tidak terlalu berharap pada manusia. Makhluk yang tak pasti. Kenapa aku berkata demikian? Karena aku merasa bahwa diriku saja tidak pasti. Kadang aku bimbang. Dan, banyak perubahan-perubahan yang terjadi sehingga membuat keputusan pun kadang berubah. Semua dinamis. Orang lain juga begitu kan? Hanya saja setiap keputusan harus didasari pertimbangan yang baik. Yah, memang harusnya begitu. 


Aku tidak berharap padamu lagi. Itu bukan berarti aku tidak mencintaimu. Aku tetap sama. Aku mencintaimu. Hanya saja aku berusaha untuk mengendalikan diriku. Aku berusaha untuk tidak mengganggumu. Aku pun berusaha untuk menerima semua perlakuanmu. Ya, caraku mencintai adalah menerima dan memaafkan. Hanya saja aku tidak bisa meletakkan harapan terlalu tinggi untuk sesuatu yang belum pasti. Kukatakan belum pasti karena aku tidak tahu apakah kamu mencintaiku juga? Atau semua hanya ilusiku. Apa aku yang terlalu denial dengan kenyataan? Apakah diriku cinta sendirian? Entah, aku tidak tahu. Yang jelas aku mencintaimu dan aku tidak tahu harus melakukan apalagi selain berdoa untukmu. 


Tahukah kau? Aku hanya mencoba untuk mencintaimu dengan baik meskipun aku bukan manusia baik. Aku hanya berusaha untuk menerima apapun tentangmu. Aku berusaha menurunkan egoku. Dan, aku berusaha jadi diriku sendiri. 


Apakah kau mencintaiku?

Pernahkah kau menganggapku penting? 

Tidak bolehkah aku tahu tentang apa yang kau rasakan? 


Dan masih banyak pertanyaan di kepalaku yang membuatku tidak tahu. Saat ini masih belum ada jawabannya. 


Bagaimana perasaanmu akhir-akhir ini? Ceritakan padaku. Katakan padaku sesuatu. Bicaralah padaku. Mungkin kau tidak tahu bahwa ada seorang gadis yang menunggu kabarmu. Mungkin juga kau tidak tahu bahwa kehadiranmu di dunianya sangat berharga. Atau sekarang ini kau sedang istirahat dari media sosial untuk kesehatan mentalmu? Aku tidak tahu. 


Yang aku tahu diriku mencintaimu. Selalu. Tapi jika kau ingin pergi tak apa, jika kau ingin tinggal maka aku senang. 


Lakukan sesukamu. Lakukan senyamanmu. Dirimu penting. Dirimu berharga. Kesehatanmu penting. 


Aku baik-baik saja. Aku tetap gadis yang sama. Jika kau kembali menghubungiku aku akan senang. Aku berharap kau selalu dijaga Tuhan. 


Jika kau bertanya "bagaimana hari ini?". Hari ini aku merayakan kesedihan. 


Aku mencintaimu. Simpan itu dalam ingatanmu. 

Komentar

Postingan Populer