Maaf.

Akhir-akhir ini perasaanku tak menentu. Aku tahu sebabnya. Kau sebabnya. 

Belakangan aku merasa kalau kehadiranku di hidupmu hanya mengganggu. Aku takut adanya aku hanya membuatmu risih. Jadi kuputuskan untuk mengambil langkahku. 

Aku wanita, aku peka. Responmu yang seadanya juga membuatku berpikir bahwa kita tak perlu sedekat itu. Apapun harus sewajarnya bukan? Know my limit, kata yang selalu kulontarkan. 

Kubiarkan perasaan ini terbang seperti layangan kertas yang menari bebas di udara. Perasaan ini memang tak perlu jawaban. 

Jujur, aku takut pada-Nya. Aku tidak ingin rasa ini melampaui rasa cintaku pada-Nya. Tak apa jika aku kehilanganmu, asal aku tidak kehilangan Dia, Sang Pecipta. Jadi aku menjaga jarak bukan karena aku tak peduli. Justeru itu bentuk peduliku. 

Aku ingin menjagamu. Itu saja. 

Semoga Dia menjagamu. 

Maaf, selalu merepotkanmu dan terima kasih selalu baik. 

Komentar

Postingan Populer