Platonic Love
Pernahkah kamu merasakan perasaan dimana kamu sangat menyukai seseorang namun kamu tak punya keberanian untuk masuk ke dunianya? Kamu melihat dia bercahaya, kamu melihat dia seperti api yang membara, indah tapi kamu takut terbakar jika didekatnya? Kamu tidak punya hasrat untuk menjalin romansa seperti cinta jenis Eros yang menggebu-gebu.
Dia menarik bagi kamu tapi kamu tidak punya kemampuan untuk bersama karena kamu takut kebersamaan itu bisa menurunkan potensi orang itu. Kamu sadar dia adalah jiwa yang bebas.
Kamu melihat dia bagaikan "angin segar" yang bisa menyejukkan hati kamu tetapi kamu tak bisa memiliki kesejukan itu di rumah karena kamu khawatir jika kamu bawa pulang, itu membuatmu sesak. Bagi kamu dunianya sangatlah menarik, namun kamu menahan diri untuk ada di sisinya.
Dia membawa kamu ke dunia baru, dunia yang mengubah sudut pandangmu. Dunia yang membuat kamu keluar dari zona amanmu, kamu belajar banyak hal karena melihat keberaniannya. Dia sangat berkesan, membuat kamu bertumbuh. Membuat kamu merasa hidup. Dan lagi, kamu tak bisa bersamanya karena dunia kalian tidak sama. Kalian berada di frekuensi yang berbeda sehingga kamu memilih menyukainya dengan rasa hormat.
Kamu menyukainya secara sadar tanpa kata terucap. Hanya ada kekaguman, tersimpan di relung hati. Itu rahasiamu. Tak ada satu orang pun yang tahu. Bahkan saat kamu sudah menjadi milik orang lain pun, ada satu ruang yang tersisa untuknya, ruang itu hanyalah ruang yang bisa kamu nikmati sendiri. Kamu menghargai perasaanmu.
Bukankah di dalam jiwamu selalu ada tempat untuk orang yang sangat bermakna di hidupmu? Orang yang mengenalkanmu pada pemahaman dan nilai-nilai kehidupan yang baru. Kamu mencintai tapi tidak ada yang bisa dilakukan selain diam. Bahkan jika ada kesempatan lain yang membuat kamu bisa dekat dengannya, kamu akan memilih jarak. Kamu membiarkan dia jadi apa yang dia mau dan kamu menjalani hidupmu.
Kamu merasa dia orangnya tapi frekuensinya tidak sama. Perbedaan ini yang membuatmu takut merusak ritme hidup masing-masing. Kamu mencintai dia karena eksistensinya bukan karena fungsinya. Kamu menghargai keberadaannya. Cinta ini melawan nafsu kamu untuk memilikinya. Jadi kiranya itu yang bisa sebut dengan Cinta Platonis. Cinta seseorang karena karakternya dan nilai-nilai hidup yang ia bawa ke hidupmu. Kamu mencintai dia karena kualitas di dirinya.
Komentar
Posting Komentar