Pentingnya Menghargai Privasi
Seorang orang tua berpura-pura menjadi pacar anaknya di chat untuk bisa mengetahui hubungan si anak dengan perempuan yang sering bertukar kabar dengan anaknya? Apakah pantas?
Disini saya akan membagikan pembelajaran berharga dari kejadian tersebut. Dalam cerita ini kita sebut saja si perempuan dengan sebutan Lili dan si laki-laki dengan sebutan Ferdi (bukan nama asli).
Lili dan Ferdi kenal sejak pada Februari 2025. Mereka kenal karena hobi yang sama. Mereka dekat sampai bulan Desember, di bulan yang sama, Lili mulai merasa dia ingin menyudahi kedekatannya dengan Ferdi lantaran hubungan mereka tidak ada tujuan. Apalagi usia Lili sudah memasuki saat itu sudah 29 tahun. Sebetulnya Ferdi merupakan pria yang baik, dia sopan. Namun Lili tidak melihat masa depan di sana sehingga Lili confess, dia menyatakan ingin menyudahi semuanya.
Berakhirnya hubungan Ferdi dan Lili, tak membuat mereka saling membenci. Di tahun 2026 mereka masih sering contact. Namun Lili lebih menjaga diri, tak ada panggilan khusus. Dia lebih sering memanggil "abang" karena memang di ruma si Ferdi dipanggil dengan sebutan itu. Dia tidak memanggil dengan panggilan sayang seperti saat pacaran. Tapi Ferdi masih memperlakukan Lili layaknya pasangannya. Sampai suatu hari, Lili mendapati pesan dari Ferdi, katanya itu pacar Ferdi.
Sebetulnya Lili mulai curiga, kenapa Ferdi sejahat itu? Kalau memang sudah in relationship untuk apa memanggilnya dengan sebutan sayang? Namun Lili paham Ferdi bukan orang yang begitu, sepertinya ada yang tidak beres. Lili nggak keberatan kalau Ferdi punya pacar karena hubungan mereka sudah berakhir. Namun anehnya, kenapa Ferdi tetap mengubunginya?
Lili sempat mendiamkan Ferdi. Lalu dia menghubungi Ferdi lagi, dia butuh penjelasan karena dia tak suka dilibatkan dalam hubungan baru Ferdi. Ferdi bilang, katanya kontak Lili di ponselnya tidak ada. Semua chat dihapus. HP-nya saat itu ketinggalan di rumah jadi dia tidak tahu kalau ada orang yang ngaku-ngaku jadi pacarnya. Lili langsung membaca polanya. Oh, ini orang tuanya yang menyamar untuk pura-pura chat jadi pacar Ferdi, ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Ferdi dan Lili. Disitu Lili merasa, keluarga Ferdi mengapa melanggar batas privasi Ferdi? Ferdi adalah manusia dewasa, kenapa harus berpura-pura jadi pacar palsu Ferdi hanya untuk mengetahui hubungan anaknya?
Kalau saja orang tua Ferdi tahu kalau Lili punya pekerjaan yang baik, dia juga punya pekerjaan yang baik (meskipun belum ASN), mungkin orang tua Ferdi akan menyesal melakukan itu. Sejauh ini, Lili hanya bercerita tentang sebagian hidupnya kepada Ferdi. Keluarganya pun hanya tahu informasi Lili seadanya. Jika dilihat dari segi ekonomi, Ferdi memang masih bergantung dengan orang tua. Jadi Ferdi menjalankan usaha orang tuanya tanpa mendapatkan profit materi, dia tidak digaji. Namun jika ia ingin membeli sesuatu, Ferdi bisa menggunakan uang dari apa yang ia kelola. Jadi, ya, Lili sudah cukup baik karirnya dan Ferdi masih bergelut dengan usaha keluarga.
Sebetulnya di chat itu, Lili sempat berucap jika mereka (orang yang ngaku-ngaku jadi pacar Ferdi) masih melakukan hal ini maka Lili akan berhenti berlangganan pada bisnis yang dijalankan keluarga Ferdi (Lili merupakan costumer dari usaha si keluarganya Ferdi). Lili merupakan customer yang bayar tepat waktu di bisnis tersebut. Apalagi mereka chat jam 10 malam. Waktu Lili ingin istirahat. Di sini, saya nggak menceritakan bisnis di bidang apa. Intinya Lili menggunakan jasa usaha dari bisnis keluarganya Ferdi. Itu sudah berlangsung 1,3 tahun. Rasanya rugi kalau keluarga Ferdi bermain-main dengan gadis ini. Lagipula apa yang salah kalau mereka cuma dekat? Toh Lili punya pandangan kalau Ferdi belum tentu serius karena dia harus fokus membangun usaha keluarga dan katanya dia ingin cari kerja di tempat lain. Memang Ferdi sudah usaha cari kerja cuma belum ada yang tembus. Sedangkan Lili, sudah bekerja hampir 5 tahun di tempat orang lain. Gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan sedikit membantu kebutuhan keluarga.
Jadi poinnya adalah sebagai orang tua sebaiknya belajar untuk tidak mengakses hal-hal yang privasi dari anak yang berusia 26 tahun. Hargai batasan orang lain. Mengapa ibunya Ferdi tidak nanya langsung ke Lili? Apalagi Lili merupakan customer, kenapa harus berpura-pura jadi orang lain? Sejujurnya Lili ingin pindah berlangganan namun ia belum menemukan tempat berlangganan yang dekat rumah dan belum tentu fasilitas sebagus tempat keluarganya Ferdi. Di tempat Ferdi, Lili memang punya banyak teman.
Apakah pola pengasuhan seperti ini baik untuk jangka panjang? Rasanya Lili tak sanggup menghadapi orang tua yang seperti ini. Kita berdo'a Lili mendapatkan pasangan yang baik dan calon mertua yang sangat sayang padanya. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar